Tips Membeli Rumah Bekas - SARANA MANDIRI PERKASA
  • Call / Whatsapp085777383077
  • Email : bisnis@saranakontraktor.com

Mau Punya Rumah di Bekasi? Catat Hal Penting Ini Agar Tetap Aman & Tidak Tertipu !

Sarana Mandiri Perkasa – Tips Membeli Rumah Bekas

Membeli dan memiliki rumah sendiri menjadi impian banyak orang. Hunian memang merupakan kebutuhan primer. Namun pemenuhan kebutuhan ini tidak selalu mudah karena rumah dibanderol dengan harga yang tinggi, apalagi melihat nilai properti yang setiap tahun naik.

 

Menyiasati harga rumah yang tinggi ini, banyak orang yang membeli rumah bekas.

Namun, membeli rumah bekas pun menimbulkan keraguan tersendiri bagi pembeli, karena memang kondisinya yang sudah dipakai dan telah dibangun sejak lama.

 

Hal apa saja yang harus diperhatikan ketika membeli rumah bekas?

Untuk membantu Anda, kami telah menghimpun 5 tips membeli rumah bekas. Yuk, ketahui!


Periksa rumah dengan teliti

 

cara membeli rumah bekas

 

Tips membeli rumah bekas yang mesti Anda beri perhatian ekstra adalah memeriksa rumah secara menyeluruh. Berikut ini beberapa hal yang patut Anda periksa ketika melihat-lihat rumah bekas:

 

1. Tingkat kelembapan dinding

2. Ketahanan bagian rumah yang terbuat dari kayu, seperti kusen pintu dan jendela

3. Sistem dan suplai air bersih

4. Saluran pembuangan

5. Bagian atap dan genting, pastikan tidak ada atau tidak banyak bagian yang berkarat atau retak

 

Bila perlu, Anda dapat menyewa jasa tenaga ahli untuk memeriksa rumah bekas tersebut. Jika rumah memiliki kerusakan, Anda dapat menawar harga jual rumah bekas agar lebih murah lagi.


Cari tahu status legalitas rumah

 

legalitas rumah

 

Tips membeli rumah bekas selanjutnya adalah memeriksa riwayat rumah. Anda dapat bertanya sendiri pada pihak penjual atau perantara mengenai legalitas rumah bekas yang akan Anda beli. Jika diperlukan, Anda dapat menyewa jasa tenaga ahli hukum.

Pastikan rumah terbebas dari kasus bermasalah seperti tindakan penipuan. Pastikan rumah memang legal untuk dijual dan dibeli.


Buat anggaran

Dalam membeli rumah, baik itu rumah baru maupun rumah bekas, tentunya Anda harus membuat anggaran. Pastikan anggaran sesuai dengan kemampuan keuangan, berdasarkan besar pendapatan dan pengeluaran lain yang harus Anda bayar.

Siapkan juga dana renovasi rumah jika rumah memerlukan perbaikan.



Pastikan surat-suratnya lengkap

 

sertifikat rumah

 

Tips beli rumah bekas selanjutnya adalah mengecek kelengkapan surat-suratnya.

Berikut ini daftar surat yang menjadi syarat jual beli rumah second:

 

1. Surat kepemilikan tanah (SHM, SHGB atau SHP)

2. Akta Jual Beli (AJB)

3. Sertifikat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

4. Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

5. Bukti pembayaran tagihan PDAM, telepon, listrik (untuk memastikan layanan tidak dicabut ketika Anda menempati rumah bekas yang bersangkutan)

Siapkan biaya Rp25 ribu sampai Rp100 ribu untuk biaya pengecekan persuratan di kantor pertanahan.


Hitung biaya lainnya

 

biaya membeli rumah bekas

Selain biaya pengecekan surat-surat di kantor pertanahan, masih ada beberapa biaya lainnya yang harus Anda keluarkan.


Baca juga: 
Tips Bernegosiasi dengan Penjual Rumah

Tips membeli rumah bekas selanjutnya adalah menghitung biaya ekstra, mencakup biaya akta jual beli, biaya balik nama, biaya PNBP dan PPh.


Biaya akta jual beli

Secara umum biaya AJB dipatok sebesar 1% dari nilai transaksi. Biaya ini untuk membayar jasa Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Jumlah biayanya dapat berubah sesuai ketentuan PPAT.

Dalam proses membeli rumah second, biasanya biaya AJB ditanggung bersama oleh pembeli dan penjual. Namun bisa saja dibayar oleh satu pihak sesuai kesepakatan.


Biaya balik nama

PPAT mengurus proses balik nama yang diajukan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Biaya balik nama dibayar oleh pihak pembeli rumah bekas.


Biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)

Biaya PNBP ditaksir berdasarkan 1/1.000 dari NJOP (nilai jual objek pajak). Pembayarannya dilakukan saat pengajuan balik nama.


Pajak Penghasilan (PPh)

Tarif PPh sebesar 2,5% dibayarkan sebelum AJB ditandatangani. Pembayarannya dilakukan di bank.

Umumnya pihak yang membayar PPh adalah penjual, namun bisa juga dibayar pembeli, sesuai kesepakatan.


BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)

Cara menghitung BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP), lalu dikali 5%.

Besar nilai NPOPTKOP berbeda-beda di tiap daerah. Biaya BPHTB dibayar sebelum menandatangani AJB.


Nah
, itulah 5 tips membeli rumah bekas yang dapat Anda perhatikan ketika hendak membeli rumah second.

 

Sumber :  rumah123

Semoga Informasinya Bermanfaat ya Mitra Sarana Mandiri Perkasa, jangan Lupa Untuk Kunjungi Artikel Kami lainnya dengan klik disini, terima kasih !

PROTOFOLIO SARANA MANDIRI PERKASA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *