Metode Pelaksanaan Pekerjaan Atap - SARANA MANDIRI PERKASA
  • Call / Whatsapp085777383077
  • Email : bisnis@saranakontraktor.com

metode Pelaksanaan Pekerjaan Atap Pada Proyek Konstuksi

Sarana Mandiri Perkasa – “Metode pelaksanaan pekerjaan atap 

 

PEKERJAAN ATAP

 

Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan

Pekerjaan rangka atap baja ringan adalah pekerjaan pembuatan dan pemasangan struktur atap berupa rangka batang yang telah dilapisi  anti karat berupa  ZAM  (zinc, Alumunium dan Magnesium ). Rangka batang berbentuk segitiga, trapesium dan persegi panjang.

Persyaratan Teknis Pemasangan

Pemasangan  kuda-kuda  baja ringan  di atas  struktur pendukungnya (kolom atau ringbalk) harus dilaksanakan secara benar dan cermat, agar rangka atap baja ringan terpasang sesuai dengan persyaratannya. Persyaratan teknis rangka atap baja ringan diantaranya adalah:

  1. Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan angkur (dynabolt) pada kedua tumpuannya.
  2. Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk.
  3. Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap kuda-kuda rata.
  4. Sisi miring atap rata (tidak bergelombang).
  5. Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.

 

Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat kesalahan pelaksanaan pekerjaan.

 

Pemasangankonstruksi rangka atap baja ringan Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas kedua tumpuannya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

a. Dipasang langsung di atas ringbalk.Dipasang di atas ringbalk dengan perantara wall-plate.

Penggunaan sistem tumpuan dengan wall-plate sedapat mungkin harus dihindari, karena tumpuan dengan wall-plate hanya ditujukan untuk meratakan (leveling) ringbalk, jika ringbalk tidak rata. Penggunaan wall-plate akan berakibat kedalaman dynabolt yang tertanam di dalam ringbalk menjadi berkurang. Selain itu, juga terdapat ruang kosong di dalam wall-plate yang dapat mengakibatkan perletakan kuda-kuda menjadi kurang stabil.

Pemasangan konstruksi rangka atap baja ringan

Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti beberapa langkah kerja sebagai berikut:

  1. Persiapan Kerja
  2. Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan kuda- kuda, dan tidak diperkenankan menggunakan gambar draft sebagai panduan.
  3. Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja, dan memperhatikan petunjuk tentang persyaratan melakukan pekerjaan di atas ketinggian (lihat bagian keselamatan kerja).
  4. Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda, antara lain: bor dan hexagonal socket, meteran, selang air (waterpass), alat penyiku, mesin pemotong, gergaji besi, palu, dan sebagainya.

 

  1. Leveling dan Marking
  2. Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku, dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu
  3. Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian bangunan dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.
  4. Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar rencana
  5. Mengukur jarak antar kuda-kuda.

 

  1. Pengangkatan dan Pemasangan Kuda-Kuda
  2. Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak meng akibatkan kerusakan pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit
  3. Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan kiri kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat kuda-kuda, dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri, sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah sisi kanan.
  4. Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan ringbalok menggunakan benang dan lot (unting-unting).
  5. Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan 4 buah screw 12 – 14 x 20 HEX
  6. Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan menambahkan balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak berubah.
  7. Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda, sesuai dengan posisinya dalam gambar kerja.
  8. Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1,2 meter).
  9. Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama (datar)
  10. Memasang balok nok.
  11. Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika bekerja beban angin. Bracing dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
  12. Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas truss, jurai dan rafter
  13. Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat memakai screw ukuran 10-16×16 sebanyak 2 (dua) buah
  14. Memasang outrigger (gording tambahan setelah kuda-kuda terakhir yang menumpu ringbalk). Pada atap jenis pelana, outrigger dapat dipasang sebagai overhang dengan panjang maksimal 120 cm dari kuda- kuda terluar, dan jarak antar outrigger 120 cm. outrigger harus diletakkan dan di-screw dengan dua buah kuda-kuda yang terdekat.
  15. Memasang ceilling battens dengan jarak antar masing-masing ceilling battens adalah 120 cm. Komponen ini dipasang pada permukaan bagian atas bottom chord kuda-kuda dan di-screw.
  16. Untuk pertemuan ceilling battens dengan ring balok di beri bantalan bracket yang diikat memakai 2 (dua) buah dynabolt.
  17. Fungsi ceilling battens adalah untuk memperkuat ikatan antar kuda-kuda. Jika diperlukan, sambungan memanjang ceiling battens sebaiknya tepat diatas bottom chord. Setiap sambungan harus overlap 40 cm, dan setiap pertemuan dengan bottom chord harus di-screw. Ceiling battens selanjutnya dapat difungsikan untuk menahan plafond dan penggantungnya
  18. Pemasangan ceiling battens Sambungan ceilling battens atau top span overlap sepanjang 40 cm dengan perkuatan 4 buah screw
  19. Pemasangan penutup atap
  • Memeriksa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai dengan nomor, kedataran nok maupun sisi atap, dan memastikan support overhang terpasang dengan benar.
  • Bila menggunakan Aluminium Foil, maka lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas jurai dan rafter
  • Menentukan jarak reng sesuai dengan jenis penutup atap yang digunakan, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan reng (roof battens) dengan screw 10 – 16 x 16 HEX
  • Memasang satu jalur penutup terlebih dahulu dari bawah ke atas. Pemasangan penutup atap harus lurus dan rapi agar polanya menjadi rapi dan tidak berbelok – belok
  1. Inspeksi Akhir

Karat dapat disebabkan oleh penempelan kotoran (serpihan- serpihan akibat proses pemotongan baja ringan) atau penggunaan bahan logam lain pada struktur baja ringan, seperti: pengikatan dengan kawat bendrat, pemasangan sekrup yang tidak standar, atau karena goresan benda tajam. Jika terjadi korosi pada suatu logam yang menempel pada baja ringan, maka resiko penjalaran korosi sangat besar Oleh karenaitu harus dilakukan inspeksi akhir untuk memastikan tidak ada kotoran maupun logam-logam lain yang masih menempel ataupun berada di sekitar struktur bajaringan.

 

Atap Onduline motif Genteng Bitumen Monolayer, Onduline Tile

 

Pada dasarnya, pemasangan atap onduline dapat dilakukan dengan cara2 berikut ini :

  • Direkomendasikan agar pemasangan dua gelombang samping pada daerah curah hujan tinggi.
  • Susunlah lembaran atap dimulai dari sisi yang berlawanan arah dengan arah angin.
  • Utamakan penerapan pola susun bata untuk mengurangi ketebalan struktur secara menyeluruh.
  • Gunakan cat yang berbahan dasar air (waterbase) untuk keperluan pengecatan.

 

Tahapan Pemasangan

 

  1. Persiapan Rangka Dudukan

Dudukan harus memiliki ukuran yang tepat agar dapat memberikan topangan diantara kaso-kaso. Set dudukan di titik tengah kaso-kaso seperti ditunjukkan pada gambar di sebelah kiri. Tempatkan rangka dudukan pengisi pada kaso-kaso yang bersilangan dengan rangka dudukan hingga rangka dudukan penuh berbentuk persegi

 

  1. Pemotongan

Tandai lembaran dengan spidol, kemudian potong menggunakan gergaji yang ujungnya diminyaki. Akan lebih baik jika dipotong menggunakan gergaji mesin.

 

  1. Layout Lembaran

Mulai memasang lembaran pada sisi yang terjauh dari arah terpaan angin. Untuk deretan atap berikutnya, potong lembaran setengah (secara vertikal), dan gunakan potongan  tersebut di tepi agar deret membentuk pola layout seperti memasang batu bata (pada gambar dikiri, bagian sisi deret kedua lembaran 5 dan 6 tepat berada di bagian tengah deret atap pertama lembaran 1).

 

  1. Pemakauan 1

Gunakan hanya Paku Berkepala Pengaman pada kayu; periksa apakah sisi dan ujung lembaran sudah benar. Gunakan benang penggaris agar pemasangan tetap rata.

 

  1. Pemakuan 2

aku ditancapkan di setiap gelombang lembaran pada rangka dudukan dan pada ujungujung pertemuan dua sisi lembaran yang saling bertumpuk (overlap), serta pada salah satu sisi pertemuan vertikal. Tancapkan juga pada setiap gelombang yang bertemu rangka dudukan

 

  1. Detail Talang Air

Jarak maksimum lembaran menjorok diatas saluran talang adalah 7cm. Kurangi jarak rangka dudukan pertama dari tepian secukupnya.

 

  1. Pemasangan Unit Bubungan

Tempatkan papan bubungan dan rangka dudukan penopang. Pasang rangka dudukan penopang kedua, dengan posisi sesuai kerapatan atap. Lembaran atap dan bubungan kemudian dapat dipasang.


Semoga Informasinya Bermanfaat ya Mitra Sarana Mandiri Perkasa, jangan Lupa Untuk Kunjungi Artikel Kami lainnya dengan klik disini, terima kasih !

PROTOFOLIO SARANA MANDIRI PERKASA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *